Kok Makanannya Tidak Dihabiskan?
2010 January 2
Salah satu hal yang sangat tidak saya sukai adalah melihat orang yang nggak menghabiskan makanannya. Ada orang yang mengambil makanan banyak, kemudian tidak dihabiskan. Di piring makanan bersisa banyak dan dia seakan tidak peduli. Ya, mungkin karena dia sudah merasa membayar maka bisa seenaknya demikian? Atau di acara kondangan saya lihat juga banyak piring yang masih berisi makanan sisa. Mungkin karena merasa diundang jadi bisa seenaknya juga? Waduh?
Apakah karena dia tadi takut kehabisan jadi mengambil sebanyak mungkin dan ternyata dia tidak sanggup menghabiskannya? Kalau seperti ini, mengapa tidak mengira-ngira dahulu? Toh lagipula kita sudah tahu kebiasaan makan kita kan? Seberapa banyak yang sanggup ditampung oleh perut kita.
Mungkin karena saya dibesarkan dari keluarga pas-pasan, sehingga perasaan sayang terhadap makanan tertanam. Ketika kecil memang saya sering dicekoki dengan perkataan seperti “nasinya nanti nangis kalau nggak dihabisin”. Bahkan ada sanksi yang berlaku kalau tidak menghabiskan makanan maka akan dikurung di kamar bersama piring yang masih berisi sisa makanannya, boleh keluar dari kamar apabila makanan yang ada di piring sudah habis. Hal seperti ini juga masih saya terapkan kepada anak-anak saya. Enak ataupun tidak makanan yang ada di piring harus dihabiskan, karena itulah rezeki kita hari ini, jadi harus dinikmati dan disyukuri.
Mosok tidak terbayangkan oleh orang-orang itu betapa banyaknya orang yang tidak bisa makan karena tidak punya uang. Sementara kita dengan santainya membuang makanan? Haduh
(.
Waktu jaman-jaman kuliah dahulu ada seorang kawan yang sedang makan Indomie. Ternyata ada anak dengan pakaian kumuh yang memperhatikan dia makan indomie (sambil ngiler).
Kawan saya ini tidak tega. Diulurkannya mangkok berisi indomie yang sudah dia makan dan disambut anak tadi. Haduh. Langsung kawan ini memesan makanan lain di warung indomie dan diberikan ke anak tersebut. (Inilah yang dinamakan EMPATI)
Kawan saya ini tidak tega. Diulurkannya mangkok berisi indomie yang sudah dia makan dan disambut anak tadi. Haduh. Langsung kawan ini memesan makanan lain di warung indomie dan diberikan ke anak tersebut. (Inilah yang dinamakan EMPATI)
budi ridwin
website architect
jakarta, DKI Jakarta
ID Work: 021 921 66353 / 085814458504
budiridwin@programmer.net
http://www.budiridwin.web.id
website architect
jakarta, DKI Jakarta
ID Work: 021 921 66353 / 085814458504
budiridwin@programmer.net
http://www.budiridwin.web.id

