Gus Dur Wafat
2009 December 31
KH ABDURRAHMAN WAHID atau dikenal dengan panggilan Gus Dur, Rabu (30/12) meninggal dunia sekira 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Mantan Presiden RI dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dirawat di ruang VVIP nomor 116 Gedung A RSCM.
Sebelum dirawat di RSCM Jakarta, Gus Dur sempat menjalani perawatan medis di RS Jombang Jawa Timur, pada Kamis (24/12), karena kelelahan setelah melakukan kunjungan ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur.
Wafatnya Gus Dur sangat mengejutkan walaupun memang sempat dikabarkan Gus Dur sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit namun kondisinya membaik sehingga Gus Dur dibolehkan meninggalkan rumah sakit.
Mantan Presiden RI ke empat ini memang tidak tuntas menyelesaikan jabatannya sampai akhir, karena di tengah jalan ia dilengserkan dari kursi kepresidenan sehingga harus diganti oleh Wakil Presiden pada saat itu yaitu Megawati Soekarnoputri. Namun, Gus Dur lah presiden pertama yang dinilai demokratis cara pemilihannya.
Gus Dur juga dianggap sebagai salah satu tokoh bangsa yang ‘membuka pintu’ demokrasi di Indonesia. Ialah presiden yang membuka kembali kran demokrasi yang selama masa kepemimpinan Soeharto tertutup rapat. Ia lah yang berani mengembalikan acara-acara kesenian dari salah satu etnis di negara ini. Bahkan ia menetapkan Imlek sebagai Hari Libur Nasional yang sebelumnya tidak menjadi hari libur nasional.
Beberapa penghargaan nasional dan internasional dalam hal demokrasi pernah diberikan kepadanya. Ini membuktikan bahwa Gus Dur tidak hanya tokoh nasional tetapi juga dikenal sebagai tokoh internasional. Berpulangnya Gus Dur memang mengejutkan, tapi itulah takdir. Manusia merencanakan tapi Tuhanlah yang menentukan.
Joke-joke yang sering dimunculkan Gus Dur pada saat menjadi Presiden dan tidak lagi menjadi presiden, membuat tokoh ini berbeda dengan presiden-presiden yang pernah menjabat di Indonesia ini. Bicaranya yang ceplas-ceplos membuat kesakralan terhadap sosok presiden menjadi hilang.
Gus Dur adalah tokoh yang mungkin berbeda dengan tokoh-tokoh yang pernah hadir dan menghiasi perpolitikan di tanah air ini. Ia punya kelemahan dari sisi fisik tetapi kelemahannya itu mampu ia tutupi dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dinilai sangat merakyat.
Ia juga dianggap tokoh sentral Nahdlatul Ulama (NU) yaitu organisasi keagamaan yang terbesar di tanah air. Sehingga Gus Dur tidak hanya melambangkan tokoh nasional dia juga merupakan representatif dari tokoh Islam yang dinilai sangat demokratis. Gus Dur mampu membawakan warna Islam yang berbeda. Ia mampu merangkul kebersamaan dalam keberagaman.
Siapapun pasti akan kehilangan. Maka tidak heran, ketika kabar Gus Dur meninggal dunia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung datang ke RSCM Jakarta, tidak lama setelah Gus Dur wafat. Duka cita yang mendalam tampak terlihat dari raut wajah SBY saat meninggalkan RSCM Jakarta.
Akhir tahun 2009, memang menoreh duka kepada rakyat Indonesia. Hal ini dikarenakan menjelang pergantian tahun, Allah SWT memanggil salah satu putra terbaik bangsa ini. Selamat jalan Gus, walaupun jasadmu telah tiada namun semangat mu tetap akan menggelora di bumi pertiwi ini.
budi ridwin
website architect
jakarta, DKI Jakarta
ID Work: 021 921 66353 / 085814458504
budiridwin@programmer.net
http://www.budiridwin.web.id
website architect
jakarta, DKI Jakarta
ID Work: 021 921 66353 / 085814458504
budiridwin@programmer.net
http://www.budiridwin.web.id